Brooklyn Nets bisa dibilang merelakan semua yang mereka punya demi mendatangkan James Harden. Caris LeVert, Jarrett Allen, Taurean Prince, dan Rodions Kurucs sudah tidak lagi dalam susunan pemain mereka. Selain itu, Nets juga melepaskan beberapa hak memilih di NBA Draft. Kehilangan empat pemain di atas membuat Nets hanya memiliki 13 pemain aktif di daftar pemain mereka.

NBA sendiri memiliki aturan bahwa setiap tim setidaknya memiliki 14 pemain dalam daftar mereka. Hal ini pula yang membuat Nets akhirnya merekrut mantan pemain Philadelphia 76ers, Norvel Pelle, untuk melengkapi syarat NBA tersebut. Pun demikian, ada masalah lebih besar dari sekadar memenuhi syarat NBA.

Kedatangan Harden memang membuat penyerangan Nets jadi lebih baik, namun pertahanan mereka benar-benar menjadi rapuh. Sejak debut Harden, Nets memiliki defensive rating di angka 116 yang merupakan peringkat 27 dari 30 tim yang ada di NBA. Deretan kemenangan yang mereka dapatkan di kurun waktu yang sama datang hanya dari kemampuan menyerang mereka.

(Baca juga: Brooklyn Nets Sedang Membuat "Bencana yang Indah")

Oleh sebab itu, Nets akhirnya menambah kekuatan pertahanan mereka dengan merekrut pemain bebas, Iman Shumpert. Shumpert sendiri terakhir kali bermain di NBA pada musim lalu, juga bersama Nets. Ia bermain total sebulan bersama Nets sebelum akhirnya dilepas juga. Shumpert terkenal sebagai salah satu garda bertahan yang cukup baik. Ia mampu menjaga pemain di area perimeter dengan baik.

Meski diyakini Shumpert tidak akan langsung mendapatkan menit besar di Nets, kehadirannya bisa setidaknya memberi Steve Nash pilihan lebih banyak. Sejauh ini, dari bangku cadangan, Nets hanya memiliki opsi Bruce Brown, Tyler Johnson, dan Landry Shamet. Namun, ketiganya tak kunjung memberi dampak pada pertahanan Nets.

Shumpert memiliki resume yang sebenarnya tidak bisa dibilang buruk. Terpilih di urutan ke-17 NBA Draft 2011 oleh New York Knicks, Shumpert lantas berhasil menjadi juara NBA pada 2016 bersama Cleveland Cavaliers. Bersama Kyrie Irving yang kini bermain di Nets, Shumpert menjadi bagian penting untuk pertahanan perimeter Cavaliers kala itu.

Sayangnya, selepas dari Cavaliers, Shumpert terus mengalami penurunan dan menjadi pengembara bersama Sacramento Kings, Houston Rockets, hingga Nets. Alasan utama Shumpert terlempar dari NBA adalah buruknya statistik tembakannya.  Shumpert hanya memiliki efektivitas tembakan (eFG%) 47 persen sepanjang kariernya. (DRMK)

Foto: NBA

 

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern